Berbuat Baiklah.
By admin On January 22nd, 2012
Ada satu sifat yang amat mudah untuk kita mendapatkan rahmat Allah namun seringkali kita tidak menyedarinya atau tidak mampu melaksanakannya kerana kita tidak membiasakan atau melatih diri untuk mempraktikan sifat tersebut.
Berapa sangatlah amalan kita untuk dijadikan bekalan menuju hari akhirat. Namun sifat dan amalan membantu orang lain ini mampu mendatangkan rahmat dan syafaat ketika mana tiada lagi pertolongan yang boleh diharapkan sewaktu hari pengadilan nanti kecuali dengan Rahmat Nya & Syafaat Rasulullah.
Jika anda memberi kepada orang lain anda sebenarnya memberi kepada diri anda sendiri. Usahlah anda persoalkan sejauh mana keujujuran dan keikhlasan pihak yang anda bantu.
Anda mudahkan urusan orang lain anda selangkah menuju ke darjat yang lebih tinggi disisi Allah. Anda mencari nilai disisi Allah anda juga membuktikan kasih sayang anda kepada Allah dan Rasul Nya tidak sekadar dibibir..
Dan biarlah setiap amal ibadah kita menjadi cermin kepada akhlak yang melahirkan nilai peribadi yang tinggi yang dapat memberi manfaat kepada orang lain serta contoh teladan yang baik.
Set Your Standard High..
By admin On January 22nd, 2012
Being productive is not only in performing our duty towards employer..What most people forgotten are to be productive as good practising Muslim. It is not the matter of volume or quantity but the quality..There is no short cut in achieving so called highly productive & quality Muslim unless you endeavour your self with knowledge. Find the treasure of knowledge that favors your soul. Be it little knowledge but reflect a positivie action within you and remain. People used to say action speak louder than word. The outcome is more critical. Even if you possess treasure of knowledge within you, but is that all?.. What is your outcome?..What is your standard?..
According to Syed Qutb “I ve seen Islam without Muslims in the Western meanwhile I ve seen Muslims without Islam in the Eastern.”
‘So long that we are Muslims, that is enough, we are meant to be Muslims and this is our culture’. This paradigm has to be corrected.
Remember, Muslims are the best ummah created by Allah. In the Chapter Ali Imran verse 110, “You are the best ummah that has ever been raised up for the good of mankind because you enjoin what is right and forbid what is wrong. You believe in Allah with real belief.”
Set your standard high and of course it shall be bound by the Qur’an and the Sunnah..
Ilmu Itu Cahaya..
By admin On January 22nd, 2012
Ilmu itu Cahaya, Jahil itu merbahaya..Bergurulah untuk mencari ilmu..
Jadilah dalam kalangan orang-orang yang berilmu kerana darjat kedudukan orang berilmu tidak kan sama dengan orang-orang biasa.
Betapa ramai manusia terhegeh mengejar dan memandang darjat pangkat dan kedudukan di pentas dunia?..dan berapa ramai manusia yang sanggup berkorban masa dan wang ringgit untuk meningkatkan darjat mereka disisi Allah. Orang-orang yang beriman dan berilmu ditinggikan beberapa darjat berbanding orang-orang biasa. “Allah meningkatkan darjat orang-orang yang beriman diantara kamu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan agama (dikalangan kamu) beberapa darjat” (Al-Mujadalah: 11).
Nah.. berapakah agaknya yang telah atau sanggup kita belanjakan dalam setahun untuk memperbaiki tahap ilmu? Janganlah kita terlalu berkira-kira kerana Allah tidak pernah berkira kepada kita…
Berguru Dengan Kehidupan.
By admin On January 22nd, 2012
Jika seseorang datang membuatkan kita marah maka dia adalah guru yang hendak mengajar kita erti sabar.
Jika kita selalu kesempitan wang itu tandanya kita harus bersedia belajar tentang pengurusan kewangan yang berhemah.
Jika kita rasa kita sedang dikecewakan itu tandanya kita sedang belajar untuk membina sikap utk tidak terlalu berharap.
Dalam apa jua situasi dan ketika hakikatnya kita sedang diajar, dididik & ditarbiah..oleh siapa? Oleh Allah.
Apakah tujuan disebalik semua didikan & tarbiah yang sentiasa datang dalam hidup kita itu? Tak lain untuk merubah kita menjadi insan yang lebih baik. Justeru hidup ini sendiri adalah satu proses perubahan yang berterusan maka kitalah yang menentukan arah perubahan kita.
Kenalah ada prinsip dan matlamat serta tujuan hidup yang jelas agar hidup kita tidak sekadar ‘saja-saja’ yang akhirnya ‘sia-sia’.
Mereka yang ada tujuan tidak akan mudah berputus asa kerana tujuan menghasilkan kemahuan. Dunia akan menyediakan jalan bagi orang yang mempunyai tujuan.
Nota Ustaz Pahrol Mohd Juoi..
Frustration is a trigger for us to move on…
By admin On September 4th, 2011When you started feeling down, frustrated or heartbroken because of someone else that you admired so much had left you or never admit of your existence, its fine indeed. Often, when things went wrong and it goes not as what as you expected, that will also resulting in frustration. Your heart afflicted with so much pain until you need time to get yourself cooled off. The cooling off period may take longer or shorter time depending on the severity of your so called failures. Of course as a Muslim, you may seek the courage thru religious taught which will be very helpful in coping and dealing with such failures. For example the best way is to perform the “qiyam” consistently. That is to me very powerful intrinsically…An effective unseen weapon for you to combat with such sorrow + frustrations.
Allah knows better than us on what is good or bad for us. Something that you love very much sometimes is not necessarily good for you and vice versa. That has been mentioned in the Quran [2:216].
A failure will teach us how to:
- Accept & acknowledge the destiny which was meant to be.
- Learn how to be grateful as well as thankful of what we have currently.
- To better self improvement and development by taking those failures as a challenge that might turned you to a better and stronger person.
- Preparing you from making the second mistakes which contribute to the said failures.
- It’s time to review yourself and sort like self post mortem.
- A punishment of our past sins committed or any wrong doing, so it’s the right time to repent and change. This is a sign of Allah’s love, by reminding us from continuously derailed from the right track.
- Time to move on, don’t look back and open a new episode of your better new life story. Forget the past and all that it contained.
- If you love someone because of its kindness, Islamic values, appearance and courtesy then it will be good trigger point for you to change and have some sort of inspirations kind of things.
Allah has a very good plan in advance which we do not know. Every single question we raised in our self like why? Why me? Why now? Why and why…Yes Allah has all its answers absolutely and perfectly. You will be surprised to know the answers/the reason-being, but obviously in hereafter life or in the Day of Judgment. Some people might get the answer during her/his life. What is important is that, don’t you want to tune you paradigm from treating your failures as your deeply rooted disappointment, total sorrow & suffer to become a good trigger point for you to move on with a better hope, better appropriate effort with sense of Tawakal to Allah S.W.T. Come! Wake up and let us make the right move!…InsyaAllah you will find the way..
Tiada Salahnya Merasai Kekurangan Diri..
By admin On August 31st, 2011
Seringkali, kita terlalu memikirkan kelemahan dan kekurangan diri terlalu banyak berbanding kelebihan sebenar yang ada pada diri kita sendiri. Allah tidak menjadikan seseorang manusia itu bodoh dan lemah namun manusia diciptakan dengan kemahiran dan kelebihan yang berbeza-beza. Pandangan dan persepsi umum yang menyebabkan interpretasi kelebihan itu lebih kepada orang yang bijak dan cerdik pandai juga indah paras rupanya.
Jika kita merasa diri kita ini serba kekurangan ingatlah, itu hanya dipandangan mata umum. Persepsi umum ianya begitu namun disisi Allah jauh sama sekali berbeza. Asalkan kita memahami konsep penilaian kita disisi Allah bukan disisi manusia. Ya..hakikatnya bila seseorang manusia itu punya kelebihan diri seperti paras rupa, ilmu, kecerdikan dan sebagainya mereka akan mudah disanjung, disenangi oleh mata umum. Tiada salahnya dengan itu semua namun kita yang merasa dunia ini sempit melihat segenap ruang diri hanya lah kekurangan dan kelemahan, ingatlah nilaian kita disisi manusia mungkin begitu mengecewakan namun carilah nilaian kita disisi Allah. Kita yang akan tentukan sejauh mana nilaian kita disisi Nya. Sejauh mana kita letak harga diri kita disisi Allah jauh lebih penting berbanding kehidupan dunia yang adakalanya sangat tidak adil, mendukacita serta mengecewakan.
Jika anda melihat kelemahan itu telah membayangi kehidupan anda cukuplah dan janganlah begitu kerana anda berhak merasai kehidupan yang lebih baik dari tidak sudah-sudah menangisi kelemahan itu. Dengan menangisi setiap kelemahan diri itu anda selangkah meninggalkan setiap kelebihan yang sebenarnya ada pada diri anda. Carilah setiap ruang dalam diri yang mana anda lebih baik dari orang lain. Allah ciptakan manusia itu terlalu unik. Belum ada satupun manusia yang wujud dimuka bumi ini serupa identiti. Apakah maksud semuanya ini?.. Ya, setiap manusia berbeza kelebihan dan kemahiran. Pasti setiap diri kita ada kelebihan kerana ciptaan Allah itu penuh kesempurnaan jika dilihat dari sisi nikmat ciptaan Nya yang tidak termampu untuk dihitung. Carilah butir berlian yang ada dalam diri anda itu yang mana anda masih belum terlihat kehadirannya sedangkan ia wujud!
Sedarkah anda sebelum dan saat kita dilahirkan lagi, kita telah menjadi juara nombor satu. Anda tidak pernah ingat saat dan ketika bersaing mendapatkan benih persenyawaan satu ketika kurang lebih 9 bulan terdahulu sebelum saat kelahiran lagi. Masakan tiada ruang keistimewaan dalam diri anda yang dapat dirungkaikan sedangakan anda telah ditakdirkan untuk menjadi nombor satu dan lahir ke muka bumi ini selaku khalifah yang mampu menggalas setiap amanah yang diberikan.
Jadilah diri kita kerana kita diciptakan unik. Keunikan setiap dari kita sahaja yang berbeza. Tidak salah untuk mencontohi orang lain tetapi jangan sampai ianya memadam kemampuan dan kelebihan diri sendiri. Jika ingin melihat kelebihan yang ada pada orang lain janganlah sampai anda lupa bahawa anda adalah nombor satu. Anda adalah nombor dua jika anda ingin menjadi orang lain, kerana mana mungkin anda dapat menggantikan keunikan anda sendiri dengan keunikan orang lain. Jadilah diri kita sendiri seikhlasnya.
Untuk berjaya anda perlu mencontohi akhlak Rasulullah tetapi anda tidak akan mampu menjadi seperti Rasulullah. Dan kita pun tidak disuruh untuk menjadi Rasulullah tetapi mencontohi Rasulullah. Anda lihatlah bagaimana Rasulullah membahagi-bahagikan tugas sahabat-sahabatnya berdasarkan kelebihan dan kemahiran masing-masing.
Jadi, janganlah terlalu meratapi kelemahan diri, yang bertandang nanti hanyalah kecewa –hampa, duka –lara. Lantas dimana keadilan yang anda berikan pada diri sendiri? Anda merintih kehidupan ini tidak adil namun sudah adil kah anda pada diri sendiri. Mengapa tidak digali segenap ruang kelebihan yang ada pada diri dan ciptakan satu kejayaan. Dimana anda letakkan nilai diri anda, disisi Allah atau disisi manusia itu juga adalah tafsiran kejayaan yang anda ciptakan. Berjayanya anda tidak semestinya dimata umum semata. Anda mungkin kelihatanya tidak semasyhur mana disisi masyarakat namun tidak bermakna anda telah gagal. Mungkin anda lebih berjaya dari mereka kerana tafsiran kejayaan anda adalah nilaian disisi Allah.
Apa yang pasti kelebihan itu tetap ada begitu juga dengan kelemahan didalam diri. Anda tentukan mana yang perlu diberi tumpuan. Kelemahan sememangya boleh diatasi namun mana satu cara yang lebih berkesan samada anda terus tumpukan pada kelebihan diri dan lupakan kelemahan itu atau anda ingin memberi tumpuan pada kelemahan diri. Jika anda adalah seorang yang kuat semangat mungkin anda akan memberi tumpuan dan berusaha untuk menghadapi kelemahan tersebut. Namun itu bagi mereka yang kuat semangat dan itu adalah kelebihan sebenarnya yang telah digunakan untuk mengatasi kelemahan diri. Namun bagi mereka yang merasakan kelemahan itu sesuatu yang sukar untuk diperbaiki anda tumpukanlah kepada kelebihan yang ada pada diri pada jalan kebaikan dan InsyaAllah dengan niat serta usaha baik anda itu akan membuahkan hasil kejayaan jika tidak disisi manusia pun yang lebih penting lagi disisi Allah.
Jika keberkatan Allah yang anda cari, memang itulah yang anda akan dapat. Dan anda tidak akan terlalu kecewa atau pun bersedih hati kerana tafsiran kejayaan anda hanya disisi Allah, hanya DIa yang lebih tahu maka hanya kasih sayang Allah yang anda damba kan mengatasi kasih sayang sesama manusia. Jika anda rasa kasih sayang sesama manusia itu begitu indah anda boleh bayangkan kasih sayang Allah itu nun jauh lebih indah lagi kerna manusia hanyalah makhluk ciptaan Nya. Subhanallah..
Kisah Hati Yang Lembut
By admin On August 31st, 2011
Manusia dijadikan daripada tanah. Ada tanah yang lembut dan ada yang keras . Tanah yang disiram sentiasa akan menjadi lembut manakala tanah yang panas kering akan terbakar justeru keras sekali. Jiwa dan hati yang dibiarkan kotor akan menyebabkan manusia itu menjadi keras dalam erti kata keras benar hatinya. Syaitan yang dijadikan daripada unsur api itu telah berjaya membakar hati yang juga mengeraskan jiwanya. Keraslah hatinya , mudahlah kerjanya…
Mengapa perlu dan pentingnya berhati lembut? Kerana manusia berkasih sayang dengan hati yang lembut. Manusia bertolak ansur, bantu- membantu dengan hati yang lembut. Tiada satu amal ibadah pun, dan amal kebaikan sesama manusia dapat terlaksana dengan sempurna mungkin tanpa hadirnya sekeping hati yang lembut.
Apatah lagi bila manusia itu melaksanakan amal ibadah kepada pencipta Nya. Sudah semestinya perlukan hati yang lembut. Masakan dengan hati yang keras manusia dapat melaksanakan ibadah dengan sepenuh jiwa dan raganya. Mengalir & berlinang air matanya ketika mana seseorang mukmin yang berhati lembut itu menjalani ibadah tahajudnya disepertiga malam…
Linangan air mata itu seolah-olah penambah dan penyejuk jiwa-jiwa dan hati manusia yang penuh dengan keegoan dan keangkuhan. Namun dihadapan Pencipta Nya, tunduk, sujud dan berserah, menghambakan sepenuh jiwa raganya, mengharap kasih sayang dan redhaNya yang maha luas, lebih luas dari seisi dunia.
Sejauh manakah kita tangisi diri kita ini yang penuh dengan kelemahan, kealpaan dek keasyikan nikmat dunia yang seringkali membuatkan kita lebih cenderung tertawa dari menangis..Mengapakah begitu sukar kita menjiwai amal ibadah kita lantas sukarnya untuk kita mengalirkan air mata ketika mana kita sujud dan bertahajud kepada Allah S.W.T.?..Kerana kita jarang sekali memberi tumpuan untuk memberi makana

n rohani atau makanan jiwa malah sedikit sekali rawatan dan penawar yang kita berikan ketika ia sedang sakit malah merintih oleh penyakit-penyakit hati..namun tiada diambil pusing sedikitpun oleh si empunya hati..
Lembut dan bersih sucikan lah hati serta jiwa kita..Bersihkanlah ia dengan istighfar & selawat serta zikrullah lantaran banyak dosa dan noda yang membuatkan titik-titik hitam dihati berakar umbi penyebab kepada segala amalan kita yang seolah tidak langsung berbekas dan tidak berjiwa..
Sepertimana tanah yang perlu dibersihkan sebelum bercucuk tanam begitu jugalah diibaratkan hati-hati manusia yang perlu dibersihkan sebelum ditabur dengan biji-biji benih amalan yang hidup subur malah mengeluarkan buah-buah ketakwaan. Bersih, tanam, baja, jaga & pelihara barulah ada hasilnya. Begitulah konsep hidup yang telah Allah tetapkan untuk kita renungi, fahami dan fikirkan. Lembut hati lembutlah jiwanya, lembut jiwa, hiduplah jiwanya, hidup jiwanya hiduplah amalanya, hidup amalanya barulah ada hasil iaitu iman & takwa. Subhanallah!..
ANDA PERLU BERSEDIA
By admin On July 17th, 2010
Mulai Pagi Anda Dengan KeyakinaN.
Anda seringkali hilang punca & keyakinan diri?..Tidak terlihat potensi diri?…
Orang bijak pandai ada mengatakan : “One Important key to success is self-confidence. An important key to self-confidence is preparation”. Lalu buatlah PERSEDIAAN!…
Anda merasa lelah mengharungi kehidupan?…juga, buatlah PERSEDIAAN.. Jadilah mukmin yang lebih kuat jiwanya.. Orang bijak pandai ada mengatakan “Dont ask for an easier life, ask to be a stronger person”..
“Yang bulat tidak datang bergolek, Yang pipih tidak datang melayang”… Allah S.W.T berfirman 13:11 yang bermaksud : “Allah tidak akan mengubah sesuatu kaum sehingga kaum itu mengubah apa yang ada pada mereka”..
Dalam diri anda itu ada potensi, sungguh istimewa anda itu sebenarnya diciptakan.. Nah sekarang yakinlah dan tekadlah untuk berubah menjadi seorang mukmin yang lebih berjiwa kuat…
Lalu buatlah PERSEDIAAN!.….Bangkitlah di sepertiga malam…solatlah subuh diawal waktu atau berjemaah dan mantapkan lagi dengan solat dhuha..Kerana itulah diantara sumber kekuatan iman dan jiwa. Itulah jua PERSEDIAAN anda memulai hari….
Jom… kita buat PERSEDIAAN!…
Duduk Diantara 2 Sujud
By admin On June 25th, 2010BESARNYA makna DOA YANG KITA LUPAKAN- semasa duduk antara dua sujud
Dalam tidak sedar..
Setiap hari kita memohon didalam solat kita..tetapi sayangnya, kita hanya memohon tanpa memahami.. sekadar tersebut dibibir, tetapi tidak tersentuh dari hati kita selama ini..
Marilah kita mula menghayati ketika kita duduk di antara dua sujud semasa solat. Dengan rendah hati nyatakanlah permohonan ampun kepada Allah
Rabbighfirli (Tuhanku, ampuni aku)
Diamlah sejenak..
buka dada dan diri kita untuk menerima ampunan dari Allah seperti membuka
diri ketika merasakan hembusan angin sepoi-sepoi atau menerima curahan air hujan ketika kita masih kecil
Tetaplah membuka diri kita untuk menerima ampunan Allah
Ulangi permintaan itu beberapa kali hingga kita merasakan ketenangan
Kemudian sampaikanlah permintaan kedua,
Warhamni (sayangi aku)
Diam dan tundukkanlah diri kita untuk menerima kasih-sayang Allah yang tak terhitung besarnya..
Bukalah dada kita seluas-luasnya agar semakin banyak kasih-sayang Allah yang kita terima..
Ulanglah beberapa kali hingga kita merasa cukup Berturut-turut sampaikanlah permintaan2 berikut dengan cara sebagaimana tersebut di atas, satu persatu.
Wajburnii (tutuplah aib-aibku)
Warfa’nii (angkatlah darjatku)
Warzuqnii (berilah aku rezeki)
Wahdinii (berilah aku petunjuk)
Wa’Aafinii (sihatkan aku)
Wa’fuannii (maafkan aku)
Setelah selesai, diamlah sejenak lalu sampaikan rasa syukur kita
Betapa besarnya nilai sebuah doa ini..sebuah doa yang kita hanya biarkan begitu sahaja..
Dalam tidak kita sedar selama ini kita seperti sedang berpura-pura memohon sesuatu..
Sumber : Lanjutan e mail
Semakin Berisi Semakin Tunduk…
By admin On June 21st, 2010Bertawadu’ Dalam Berilmu.
Majlis ilmu yang disebut Nabi s.a.w sebagai ‘taman-taman Syurga’ : “Jika kalian melalui taman-taman syurga, maka berhentilah dan duduklah di situ”. Para Sahabat r.a. bertanya : “Apakah taman-taman Syurga itu wahai Rasulullah?” Jawab baginda : “Majlis-majlis ilmu dan zikir”. (HR at-Tirmizi).”
Ibarat padi semakin berisi semakin merendahkan diri begitulah jua dengan seorang mukmin semakin berilmu semakinlah ia bersifat tawaduk, dapat menerima teguran, pandangan serta ilmu yang disampaikan oleh orang lain. Bukan seperti segelintir mereka yang mengaku telah berilmu lantas menghakimi orang lain serta mudah melahirkan prasangka terhadap ilmu serta amalan orang lain seolah ilmu dan amalannya adalah yang terbaik.
Dalam keadaan senario kehidupan kita pada hari ini, tuntutan untuk mencari ilmu tidak dapat dinafikan lagi akan kepentingannya. Namun sejauh mana kita bersedia selaku seorang murid/pelajar yang ingin menuntut ilmu? Lalu dalam hal ini ketika seseorang murid telah bersedia maka guru akan hadir. Siapakah guru tersebut?..Guru tersebut boleh jadi seorang yang bijak pandai, seorang yang bodoh jahil, seorang yang baik, seorang yang jahat, boleh jadi berbentuk situasi sukar, situasi menyenangkan mahupun apa jua bentuk senario kehidupan yang perlu kita harungi.
Maka bersedialah menerima segala bentuk pelajaran dari guru kehidupan. Belum tentu sesuatu yang kita lihat itu baik namun disisi Allah ia adalah sebaliknya. Seseorang yang bodoh-jahil dapat memberi pelajaran yang berguna untuk kita ambil iktibar. Apatah lagi pelajaran yang boleh kita ambil dari seorang yang bijak pandai.
Kebijaksanaan anda dalam mengharungi setiap situasi menentukan tahap sebenar ilmu yang telah dipelajari. Tiada suatu pun yang benar/salah, baik/tidak baik kecuali disisi Allah ia adalah benar/salah dan baik/tidak baik. Apabila kita mula menilai tahap ketinggian ilmu diri sendiri ditakuti kita mulai menghakimi ilmu serta amalan orang lain. Maka berhati-hatilah dalam pada kita mencari ilmu agar tidak tertipu, pujuklah hati anda agar sentiasa bersifat tawaduk dan jangan mudah menghakimi perlakuan atau amalan orang lain, namun ambilah pelajaran dari setiap situasi agar anda sentiasa belajar dan mendapat ilmu dari setiap situasi yang baik atau sebaliknya. Ingati dan halusilah kata-kata ini, ”bila murid bersedia, guru akan tiba….”

Mulai Pagi Anda Dengan KeyakinaN. 